.::: Selamat Datang di kibopirang.blogspot.com :::.
Tampilkan postingan dengan label Printer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Printer. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2009

Canon i255 Menjadi i350

Hari saya ada mengerjakan pekerjaan perbaikin printer Canon i255 yang bermasalah dengan kedua cartrigde yang sudah tidak maksimal lagi hasil warna yang keluar. Tapi itu hanya bermasalah karna tinta dimasing-masing cartrigdenya habis. Masalah yang lebih hebat lagi muncul setelah beberapa kali melakukan print, akhirnya printernya malah ngeblink.

Awalnya sech saya menanggapinya sebiasa mungkin, karna emang saya selalu dihadapin dengan masalah printer ngeblink. Karna saya sudah menyimpan software resetter untuk Canon i255, maka saya ingin mencoba untuk melakukan reset printer tersebut. Perlu diketahui, untuk printer Canon i255, baru kali ini saya meresetnya, jadi ini pengalaman pertama saya. Setelah semua prosedur sudah saya lakukan, dan menurut hemat saya sudah benar, maka printer itupun saya reset. Beberapa menit kemudian acara resetpun selesai.

Saya coba matikan printer, dan menghidupkannya kembali. Tapi apa nanya dikata, tiba-tiba saja printer Canon i255 yang saya reset tadi berubah menjadi Canon i350. Wah gawat nech, printer orang bisa jadi berabe begini.

Akhirnya saya memutuskan untuk googling kesana kemari mencari solusi agar Canon i255 bisa kembali lagi. Ternyata petualangan tidak sia-sia. Ternyata klo kita teliti ada 2 versi software resetter untuk Canon i255, dan software yang sudah ada pada saya kurang maksimal bila digunakan untuk mereset Canon i255 bagi orang-orang yang mungkin kurang begitu paham tentang printer. Akhirnya setelah saya mendapatkann software resetter yang saya kira sangat bagus dan pas untuk Canon i255 akhirnya printer Canon yang tadinya i255 berubah menjadi i350 kini telah kembali lagi menjadi i255 seperti semula, dan yang pastinya printer tidak lagi ngelink.

Semoga postingan ini bermanfaat, pesan saya, teliti dahulu sebelum mencoba software resetter untuk printer kita, salah-salah malah printer kita menjadi tidak lagi dapat berfungsi.

Sabtu, 11 Juli 2009

Resetter Epson T11

Belakangan gue disibukkan dengan berbagai macam kegiatan yang sangat menyita waktu ama perhatian khusus. Terutama masalah printer buatan Epson, yang lebih spesifiknya lagi untuk type terbarunya T11 dan T20e.

Udah ada beberapa kali temen gue minta bantuan gue untuk minta diresetkan printernya, tapi masalahnya resetter untuk kedua type ini belum gue dapetin yang pass.
Hampir selama 2 bulan terakhir gue berburu resetter Epson T11 ama T20e, tapi hasilnya masih nihil. Ada sech gue dapet beberapa dari situs ato blog yang mencantumkan link untuk resetter kedua type ini, tapi semua tidak dapat diharapkan sesuai yang kita inginkan.

Kayaknya banyak banget temen-temen kita yang mungkin senasib dengan gue yang sama-sama sangat membutuhkan resetter itu. Karna untuk didaerah tempat gue tinggal aja ada kurang 10 unit perhari yang mengalami masalah yang sama, blinking.

Gue sendiri gak tau apa emang gue yang gak bisa ato gak tau cara menggunakannya ato emang program resetternya yang gak mau membantu kerja gue, yang pasti sampai saat ini gue belum berhasil menghilangkan blinking. Bagi yang udah bisa mengatasi blinking untuk type T11 dan T20e boleh dunk berbagi ilmunya kekita-kita yang emang untuk saat ini sangat membutuhkan.

Dan bagi teman yang ingin mencoba beberapa resetter yang sempet gue download silahkan pm gue di kibo_pirang.yahoo.com, sapa tau resetter itu cocok ditangan teman sekalian.

Makasih.



Minggu, 07 Juni 2009

Error 5201 pada Printer Canon 1980

Kemaren gue baru dapet masalah pada printer temen gue untuk type Canon IP1980 dan IP1880. Karna gue dianggap bisa menyelesaikan masalah printer temen gue itu, maka printer-printer tersebut dibawah ketempat gue.

Awalnya sech gue beranggapan kalau kerusakannya biasa aja, ternyata setelah gue lihat ternyata bikin gue geder juga. Masalahnya sewaktu diidupin itu printer, muncul pesan klo cartridge warna tidak dikenal dengan ditandainya blink (lampu orange berkedip sebanyak 5x). Awalnya sech gue beranggapan kalau cartridge warnanya udah rusak, maka gue ganti tuch cartridge warna dengan cartridge yang laen, tapi tetep aja muncul pesan klo cartridge warnanya bermasalah. Anehnya lagi kedua printer temen gue itu masalahnya sama.

Setelah gue ganti cartridgenya, tapi tidak juga menunjukkan tanda-tanda yang positif, akhirnya gue berinisiatif untuk membersihkan head pada cartridge dan pada dudukan cartridge didalam printer (biasa gue sebut carriage) dengan menggunakan cairan khusus yang berfungsi untuk membersihkan part-part pada cartridge, ternyata malah tambah gawat. Setelah diidupin printer masih ngebling dan muncul pesan "Error 5201". (waduhhh... gawat nech...)
Printer malah gak bisa dipakai sama sekali. Error 5201 memberikan keterangan kalau printer bermalasah, tapi tidak disebutkan dimana masalahnya, dan menyarankan untuk mematikan printer dan menghidupkannya lagi.

Akhirnya gue putusin untuk mencari pencerahan di om google, mengenai masalah printer ini, terutama maksud dari error 5201 itu. Ternyata setelah muter-muter keliling dunia, tetep juga gak dapet pencerahan yang diharapkan. Akhirnya gue putusin untuk mencari sumber errornya secara manual dengan cara membongkar isi perut printer tersebut.

Setelah kotak katik dengan obeng dan tangan berlumuran tinta, apalagi printernya udah diinfus, akhirnya gue temukan juga masalah utamanya. Ternyata kerusakan bukan pada cartidgenya melainkan adalah "carriage" ato dudukan dimana cartridge diletakkan didalam printer. Ya udah, karna masalah udah ketemu akhirnya gue hubungi aja tuch temen gue dan memberitahukan masalah printernya, akhirnya temen gue memutuskan untuk mengganti carriage printernya.

Setelah diselidiki dengan cara bertanya ke beberapa rekan gue mengapa bisa terjadi error 5201, beberapa jawaban yang mungkin bisa diterima akal gue adalah:

Tinta Banjir.
Ini sangat mungkin sekali terjadi, diperkuat lagi bahwa printer temen gue sudah menggunakan infus, dengan menggunakan printer yang diinfus dan kurang pahamnya cara dan perawatan untuk printer infus, biasanya tinta banjir sangat sering terjadi.
Biasanya hal demikian bisa kita perhatikan dengan cara melepas cartridge dari dalam printer dan melihat tempat kluarnya tinta dibawah cartridge. Biasanya tinta yang sudah terlalu banyak keluar (banjir) banyak sedikitnya ada yang sampai menyentuh head pada cartridge dan ini tanpa sepengetahuan kita.
Kalau headnya saja sudah terkena tinta, padahal head pada cartridge merupakan wilayah yang sangat sensitif akan sentuhan, bisa dipastikan cartridge akan rusak, parahnya lagi tidak hanya cartridge yang rusak melainkan juga carriage (tempat dudukan cartridge didalam printer).

Genset
Genset atau generator merupakan alat pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar minyak (bensin ato solar) yang banyak digunakan sebagai pembangkit listrik cadangan apabila arus listrik dari PLN mati. (hehheh .... keren banget artian gue yang satu ini, tapi bener gak sech, maaf klo kurang berkenan, namanya juga anak kampung....)
Untuk penyebab yang satu ini, gue sendiri belum bisa buktikan secara logika dan akal gue, mungkin karna gue gak ngerti masalah kelistrikan kali... (hehhehh....)
Tapi dari beberapa kali pengalaman temen gue genset dapat menghancurkan printer yang kita punya.
Ada yang gara-gara menggunakan genset power adaptor dari printer terbakar, sampai motherboard printernya yang hangus. (wah wah wah ganas banget si genset ini....)
Dan sewaktu temen gue tadi menanyakan penyebab printernya rusak, tanpa sengaja gue sebut diakibatkan karna memakai genset, dan anehnya lagi temen gue itu mengiakan jawaban gue, dahsyaaaat....
Kalau untuk penyebab yang kedua ini kalian tidak bisa terima, gue maklumi itu, tapi tidak salah dong dari pada kalian penasaran, silahkan dicoba untuk menggunakan printer dengan menggunakan arus listrik yang berasal dari genset, dengan catatan gue tidak bertanggung jawab bila nanti terjadi sesuatu hal yang kurang mengenakkan. oke..

Okelah..., mungkin hanya ini yang bisa gue share sama kalian, mungkin nanti gue akan share lagi masalah laen yang tentunya merupakan pengalaman pribadi gue sendiri.
Satu lagi gue akan senang berbagi mengenai masalah printer dengan kalian semua sejauh gue bisa bantu, dengan cara isi coment pada postingan-postingan gue, sapa tau aja gue bisa bantu.
Makasih banyak.


Jumat, 15 Mei 2009

Epson LQ-2180

Ini pengalaman baru gue dengan printer gede yang mengasyikan. Sebelumnya gue juga pernah hadle printer yang sama tapi dengan masalah yang berbeda. Pertama kali gue handle ini printer, kasusnya adalah motherboard printernya padam total karna terkena kencing tikus. Bah....
Hati-hati dengan tikus lho, walau belum ada peringantan dari WHO tentang flu tikus, ada baiknya waspada lebih dini sebelum terlambat. He heheh....
Ok, karna motherboadnya dah padam, terpaksa mau tidak mau harus ganti motherboard. Sialnya yang empunya masih pikir-pikir dulu untuk mengganti motherboardnya, soalnya harganya lumayanlah.

Kita tinggalkan masalah diatas, sekarang gue mau berbagi pengalaman kepada semua tentang masalah baru yang gue hadapi.
Sebelumnya ada costumer yang membeli komputer Build merk Acer Aspire M1641 untuk keperluan dikantor tempat kerjanya, dimana sebelumnya dikantor itu sudah ada printer Epson LQ-2180 yang selama ini dipakai dan beberapa printer dengan merk dan type yang berbeda.

Setelah dibeli, ternyata Acer Aspire M1641 itu tidak lagi menyediakan port LPT di cpunya, menurut gue sich ini biasa aja, karna emang port LPT sudah sangat jangan digunakan. Jadi karna sudah dibeli Acer Aspire M1641 tadi, maka komputer lama yang masih ada port LPT digusur dan tidak lagi digunakan, alias digudangkan dan menjadi barang rongsokan.
Parahnya mereka baru sadar kalau M1641 tidak ada port LPT saat mau menggunakan printer LQ-2180, padahal sudah lebih dari 1 bulan dari pembelian M1640.

Akhirnya mereka mengutarakan permasalahan mereka. (Bah ..... macam konsultan ajeee.....)
Karna tuch printer gak bisa juga digunakan akhirnya printer dibawa ketempat gue. Tapi secara teknis mereka sudah benar, karna ketiadaan port LPT maka mereka membeli converternya daria USB to LPT. Masalah pokoknya itu kenapa USB to LPT nggak bisa digunakan untuk ngeprint berkas kerja mereka.


ini dia alat converternya

Awalnya gue juga gak percaya masak sech separah itu, anggapan awal gue pasti yang bermasalah adalah alat converternya. Tapi setelah diganti masalah tidak juga hilang. Tetep aja tuch printer gak mau ngeprint, padahal semua settingan menurut gue udah bener. Dari port yang seharusnya dipakai adalah port LPT1 udah gue ganti dengan virtual printer port usb. Semua settingan udah gue coba, tapi gak juga mau ngeprint. (Bandel amat nech siprinter, sedang si Amat tetangga gue aja kalem banget orangnya...)

Gue pikir mungkin usbnya gak sanggup menerima tugas berat mengantarkan data kepada printer yang gede begini. Maka gue berangkat menuju om google untuk mencari update terbaru dari driver usba, tapi kagak ketemu, malah ada yang menyaranin musti pakai Windows XP SP3, padahal OS yang gue pakai sudah SP3.

Akhirnya gue hampir putus asa juga, dan meninggalkan tuch printer dikolong meja karna belum berhasil juga menemukan solusinya. Gue pikir bagusan M1640 dipasangin pci LPT agar LQ-2180 tetep bisa dipakai, tapi masalah baru akan muncul, M1640 akan kehilangan garansinya bila membuka cashingnya. Ya udahlah gak usah di
pikirin lagi, klo emang gak bisa ngapain dipaksain.

Berselang 3 hari yang empunya LQ-2180 dateng lagi dan menanyakan perihal printernya, tapi karana belum menemukan jalan keluarnya gue terpaksa bilang sekenanya, klo converternya gak support. Tapi yang empunya belum puas juga dan ingin mencobanya sekali lagi.

Karna esoknya ada rencana gue berangkat kekantornya untuk mencoba untuk yang terakhir kalinya terpaksa malam sebelum berangkat gue obrak-abrik halaman rumah om google untuk mencari petunjuk, dari mencari update driver usb sampai update driver LQ-2180.
Akhirnya ada beberapa file update-an yang gue ambil dari rumah om google dan beraksi untuk segera mencobanya.

Tanpa sengaja akhrinya printernya mau bekerja, ternyata........
Semua masalah teratasi hanya karena drivernya musti diupdate. Rasanya tidak sia-sia gue semalaman suntuk dilayar monitor menjelajah kesemua penjuru dunia. (Heheeh... terlalu interpolasi.... bener gak sech istilahnya..?)

Ya udah, dari sekian banyak tulisan pada postingan kali ini intinya adalah apabila ente-ente semua menggunakan converter USB to LPT untuk printer yang masih menggunakan port LPT, bila terjadi masalah yang sama seperti gue jangan lupa untuk mengupdate driver printernya, meskipun secara default, OS Windows XP sudah bisa mendeksi printer kita, ternyata belum menjadi patokan printer dapat bekerja sebagaimana mustinya. Oke....

Sekalian gue mo minta maaf gue belum bisa upload driver LQ-2180 karna keterbatasan gue saat ini, silahkan hubungi gue via ym, okee..


Senin, 01 Desember 2008

Cartridge PG Lama Kembali Baru

Postingan berikut ini akan membantu kita untuk sedikit menambah wawasan kita tentang printer yang kita gunakan sehari-hari, tapi hanya sebatas printer canon yang menggunakan cartridge yang bertipe "PG", baik itu PG-40,PG-41, PG-830 dan PG-831.

Cartridge-cartridge ini biasa digunakan untuk printer canon "ip", dimulai dari ip1000, 1200, ampek yang ip1980.

Sewaktu kita baru membeli printer canon dengan cartridge PG, biasaya sewaktu menggunakan printer, printer akan memperlihatkan posisi isi tinta yang ada didalam cartridge. Informasi ini dibuat agar user mengetahui kapan waktu tinta didalam cartridge musti di refill. Agar tinta di cartridge tidak sampai benar-benar habis. (Mulia sekali pihak canon yaaa.....)

Masalah akan timbul bila cartidge yang kita punya sudah pernah direfill, maka kita tidak akan lagi pernah melihat posisi tinta di cartridge kita. Kita terpaksa harus sedikit berhitung dan menerka isi tinta di cartridge kita. Susahkan....?!!


Nah disini gue akan memberi sedikit tips bagaimana memunculkan kembali pesan yang berisikan posisi tinta di cartridge kita.

Oke, kita mulai beraksi.
Hidupkan printer, dan biarkan cover printer terbuka agar cartridge berhenti dipojok kiri.

Keluarkan cartridge dari printer.

Perhatikan chip pada cartridge, tutup baris pertama (atau baris paling atas) chip cartridge dengan lakban atau sejenisnya supaya tidak bisa terkoneksi dengan pin diprinter.

Untuk jelasnya perhatikan gambar dibawah.


Pasang kembali cartrige yang kita lakban tadi ke printer, dan tutup cover printer.

Lampu indikator kuning akan berkedip, abaikan saja.

Matikan printer dengan menekan tombol power.

Langkah selanjutnya adalah melepas kabel power printer.

Tekan dan tahan tombol power pada printer, jangan dilepaskan, sambil memasang kembali kabel power ke printer.

Tekan tombol reset pada printer 2 kali. Ingat : Tombol power harus masih ditekan.

Lepaskan tombol power.

Tekan 1 kali tombol reset

Lampu kuning masih tetap berkedip.

Buka cover printer dan keluarkan cartrigde yang dilakban tadi.

Buka lakban pada cartrigde dan pasang kembali keprinter.
Lihat hasilnya, kalau anda benar melakukannya cartridge akan terlihat full tank kembali.


Hasilnya keren banget, cartrigde gue baru lagi. (hhehehehhhehehhe.........)


Sebagai catatan dan perlu anda ketahui adalah apabila cartrigde hitam yang anda lakban, maka yang akan terlihat full tank adalah cartrigde warna, begitu juga sebaliknya.

Cara ini tidak bisa dilakukan untuk kedua cartrigde secara bersamaan, jadi harus bergantian, cartrigde hitam dulu ato sebaliknya.

Trik ini telah berhasil gue coba sendiri dengan menggunakan printer IP1880 dengan cartridge PG 830 dan 831

Ya semoga saja ilmu ini berguna bagi kita semua, khususnya gue pribadi.
Ato ada yang tau cara yang lebih gampang? bagi dunk.....

Selamat mencoba